KEBUTUHAN PERAWATAN KEBERSIHAN DIRI
Oleh :
Juliardinsyah, SKp
A. PENGERTIAN
Personal hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang
artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Personal hygiene
adalah perawatan kebersihan diri yang dilakukan oleh individu untuk
mempertahankan kesehatannya sehingga individu merasa nyaman dan aman.
Kebersihan perorangan adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan
kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis.
Struktur
dan Fisiologi Kulit
Kulit
merupakan pelindung tubuh beragam luas dan tebalnya. Luas kulit orang dewasa adalah satu setengah sampai
dua meter persegi. Tebalnya antara 1,5 – 5 mm, bergantung pada letak kulit,
umur, jenis kelamin, suhu, dan keadaan gizi. Kulit paling tipis pada kelopak
mata, penis, labium minor dan bagian medial lengan atas, sedangkan kulit tebal
terdapat di telapak tangan dan kaki, punggung, bahu, dan bokong.(5)
Selain
sebagai pelindung terhadap cedera fisik, kekeringan, zat kimia, kuman penyakit,
dan radiasi, kulit juga berfungsi sebagai pengindra, pengatur suhu tubuh, dan
ikut mengatur peredaran darah. Pengaturan suhu dimungkinkan oleh adanya
jaringan kapiler yang luas di dermis (vasodilatasi dan vasokonstriksi), serta
adanya lemak subkutan dan kelenjar keringat. Keringat yang menguap di kulit
akan melepaskan panas tubuh yang dibawah ke permukaan oleh kapiler. Berkeringat
ini juga menyebabkan tubuh kehilangan air (insesible water loss), yang
dapat mencapai beberapa liter sehari. Faal perasa dan peraba dijalankan oleh
ujung saraf sensoris Vater Paccini, Meissner, Krause, Ruffini yang terdapat di
dermis.(5)
B.1.
Bagian-bagian Kulit Manusia
Kulit
terbagi atas tiga lapisan pokok, yaitu
epidermis, dermis atau korium, dan jaringan
subkutan atau subkutis.
a)
Epidermis
Epidermis
terbagi atas lima lapisan.
- Lapisan tanduk atau stratum korneum yaitu lapisan kulit yang paling luar yang terdiri dari beberapa lapis sel gepeng yang mati, tidak berinti dan protoplasmanya telah berubah menjadi keratin (zat tanduk).
- Stratum Lusidum yaitu lapisan sel gepeng tanpa inti dengan protoplasma berubah menjadi eleidin (protein). Tampak jelas pada telapak tangan dan kaki.
- Lapisan granular atau stratum granulosum yaitu 2 atau 3 lapisan sel gepeng dengan sitoplasma berbutir kasar dan terdapat inti di antaranya. Mukosa biasanya tidak memiliki lapisan ini. Tampak jelas pada telapak tangan dan kaki.
- Lapisan malpighi atau stratum spinosum. Nama lainnya adalah pickle cell layer (lapisan akanta). Terdiri dari beberapa lapis sel berbentuk poligonal dengan besar berbeda-beda karena adanya proses mitosis. Protoplasma jernih karena mengandung banyak glikogen dan inti terletak ditengah-tengah. Makin dekat letaknya ke permukaan bentuk sel semakin gepeng. Diantara sel terdapat jembatan antar sel (intercellular bridges) terdiri dari protoplasma dan tonofibril atau keratin. Penebalan antar jembatan membentuk penebalan bulat kecil disebut nodus bizzozero. Diantara sel juga terdapat sel langerhans.
- Lapisan basal atau stratum germinativium. Terdiri dari sel berbentuk kubus tersusun vertikal pada perbatasan dermo-epidermal, berbaris seperti pagar (palisade),mengadakan mitosis dari berbagai fungsi reproduktif dan terdiri dari :
- Sel berbentuk kolumnar dengan protoplasma basofilik inti lonjong dan besar, dihubungkan satu dengan yang lain dengan jembatan antar sel.
- Sel pembentuk melanin (melanosit) atau clear cell merupakan sel berwarna muda dengan sitoplasma basofilik dan inti gelap dan mengandung butiran pigmen (melanosomes).
Epidermis
mengandung juga : Kelenjar ekrin, kelenjar
apokrin, kelenjar sebaseus, rambut dan
kuku. Kelenjar keringat ada dua jenis,
ekrin dan apokrin. Fungsinya mengatur suhu,
menyebabkan panas dilepaskan dengan cara
penguapan. Kelanjar ekrin terdapat disemua
daerah kulit, tetapi tidak terdapat diselaput
lendir. Seluruhnya berjumlah antara 2 sampai 5 juta yang terbanyak ditelapak
tangan. Sekretnya cairan jernih kira-kira 99 persen
mengandung klorida,asam laktat,nitrogen dan zat lain.
Kelenjar apokrin adalah kelenjar keringat besar
yang bermuara ke folikel rambut, terdapat
di ketiak, daerah anogenital, papilla mamma dan areola.
Kelenjar sebaseus terdapat di seluruh tubuh, kecuali di manus, plantar pedis,
dan dorsum pedis. Terdapat banyak di kulit
kepala, muka, kening, dan dagu. Sekretnya
berupa sebum dan mengandung asam lemak, kolesterol dan zat
lain.
b)
Dermis
Dermis
atau korium merupakan lapisan bawah epidermis dan diatas jaringan subkutan.
Dermis terdiri dari jaringan ikat yang dilapisan atas
terjalin rapat (pars papillaris), sedangkan
dibagian bawah terjalin lebih lebih longgar
(pars reticularis). Lapisan pars retucularis
mengandung pembuluh darah, saraf, rambut,
kelenjar keringat dan kelenjar sebaseus.
c)
Jaringan Subkutan (Subkutis atau Hipodermis)
Jaringan
subkutan merupakan lapisan yang langsung dibawah dermis. Batas antara jaringan
subkutan dan dermis tidak tegas. Sel-sel yang
tyerbanyak adalah liposit yang menghasilkan
banyak lemak. Jaringan subkutan mengandung saraf,
pembuluh darah dan limfe, kandungan rambut
dan di lapisan atas jaringan subkutan
terdapat kelenjar keringan. Fungsi dari
jaringan subkutan adalah penyekat panas,
bantalan terhadap trauma dan tempat penumpukan energi.
B.2.
FISIOLOGI KULIT
Kulit
mempunyai berbagai fungsi yaitu sebagai berikut :
1.Pelindung
atau proteksi
Epidermis
terutama lapisan tanduk berguna untuk menutupi jaringan- jaringan tubuh di
sebelah dalam dan melindungi tubuh dari pengaruh- pengaruh luar seperti luka
dan serangan kuman. Lapisan paling luar dari kulit ari diselubungi dengan
lapisan tipis lemak, yang menjadikan kulit tahan air. Kulit dapat menahan suhu
tubuh, menahan luka-luka kecil, mencegah zat kimia dan
bakteri masuk ke dalam tubuh serta
menghalau rangsang-rangsang fisik
seperti sinar ultraviolet dari
matahari.(6)
2.
Penerima rangsang
Kulit
sangat peka terhadap berbagai
rangsang sensorik yang berhubungan dengan sakit,
suhu panas atau dingin, tekanan, rabaan, dan getaran. Kulit sebagai alat
perasa dirasakan melalui ujung-ujung saraf sensasi.(1,6)
3.
Pengatur panas atau thermoregulasi
Kulit
mengatur suhu tubuh melalui dilatasi dan
konstruksi pembuluh kapiler serta melalui
respirasi yang keduanya
dipengaruhi saraf otonom. Tubuh yang sehat memiliki suhu
tetap kira-kira 98,6 derajat Farenheit atau sekitar 36,50C.
Ketika terjadi perubahan pada suhu luar,
darah dan kelenjar keringat kulit
mengadakan penyesuaian seperlunya dalam fungsinya masing-masing.
Pengatur panas adalah salah satu fungsi kulit sebagai
organ antara tubuh dan lingkungan. Panas akan
hilang dengan penguapan keringat.(1,6)
4.
Pengeluaran (ekskresi)
Kulit
mengeluarkan zat-zat tertentu yaitu keringat dari kelenjar-kelenjar keringat
yang dikeluarkan melalui pori-pori keringat dengan membawa garam, yodium dan
zat kimia lainnya. Air yang dikeluarkan melalui kulit tidak saja disalurkan melalui
keringat tetapi juga melalui penguapan air transepidermis sebagai
pembentukan keringat yang tidak disadari.(1)
5.
Penyimpanan.
Kulit
dapat menyimpan lemak di dalam kelenjar lemak.(7)
6.
Penyerapan terbatas
Kulit
dapat menyerap zat-zat tertentu, terutama
zat-zat yang larut dalam lemak dapat
diserap ke dalam kulit. Hormon yang
terdapat pada krim muka dapat masuk melalui kulit dan mempengaruhi
lapisan kulit pada tingkatan yang sangat tipis.
Penyerapan terjadi melalui muara kandung rambut
dan masuk ke dalam saluran kelenjar
palit, merembes melalui dinding pembuluh darah ke dalam peredaran darah
kemudian ke berbagai organ tubuh lainnya.(6,7)
7.
Penunjang penampilan
Fungsi
yang terkait dengan kecantikan
yaitu keadaan kulit yang tampak
halus, putih dan bersih akan dapat menunjang penampilan Fungsi lain dari kulit
yaitu kulit dapat mengekspresikan emosi seseorang seperti kulit memerah, pucat
maupun konstraksi otot penegak rambut.(7)
Macam – macam Personal Hygiene:
1. Perawatan kulit kepala & rambut
2. Perawatan mata
3. Perawatan hidung
4. Perawatan telinga
5. Perawatan kuku kaki dan tangan
6. Perawatan genetalia
7. Perawatan kulit seluruh tubuh
8. Perawatan tubuh secara keseluruhan
Tujuan perawatan Personal
Hygiene:
1. meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2. memelihara kebersihan diri seseorang
3. memperbaiki personal hygiene yang kurang
4. pencegahan penyakit
5. meningkatkan percaya diri seseorang
6. Menciptakan keindahan
6. menciptakan keindahan
Faktor-faktor yang mempengaruhi Personal
Hygiene:
1. Body image
gambaran individu
terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri , misalnya karena adanya
perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya.
2. Praktik sosial
pada anak-anak
selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan
pola Personal Hygiene
3. Status sosioekonomi
Personal
Hygiene
memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat
mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
4. Pengetahuan
pengetahuan Personal
Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan
kesehatan. Misalnya pada pasien penderita Diabetes Melitus ia harus selalu
menjaga kebersihan kakinya.
5. Budaya
di sebagian
masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan
6. Kebiasaan seseorang
ada kebiasaan
seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri, seperti
penggunaan sabun, sampo dan lain-lain
7. Kondisi fisik
pada
keadaan sakit tentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan
untuk melakukannya
B.
NILAI-NILAI NORMAL
Tingkat kemampuan klien melakukan self
care:
0 = mandiri
1 = membutuhkan bantuan alat
2 = membutuhkan bantuan orang lain
3 = membutuhkan bantuan alat dan
orang lain
4 = tergantung total
Dampak yang sering timbul pada
masalah Personal Hygiene :
1. Dampak fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena
tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang
sering terjadi adalah gangguan intregritas kulit, gangguan membran mukosa
mulut, infeksi pada mata dan telinga dan gangguan fisik pada kuku
2. Dampak psikososial
Masalah
sosial yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan
kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri,
aktualisasi diri dan gangguan interaksi social
ASUHAN
KEPERAWATAN KLIEN DENGAN
GANGGUAN KEBUTUHAN PERAWATAN KEBERSIHAN DIRI
FOKUS PENGKAJIAN
1. Riwayat
keperawatan
a. Keluhan utama
b. Riwayat
kesehatan sekarang
Apa yang
dirasakan sekarang
c. Riwayat
penyakit dahulu
Apakah
Kemungkinan pasien belum pernah sakit seperti ini atau sudah pernah
· Kebiasaan
personal hygiene (mandi, oral care, perawatan kuku dan kaki, perawatan
rambut, mata, hidung, telinga, dan perineal care)
· Faktor yang mempengaruhi personal hygiene
· Riwayat masalah membran mukosa, kulit, mulut, hidung,
telinga, kuku, kaki, rambut dan perineal
· Pola
kebersihan tubuh
· Perlengkapan
personal hygiene yang dipakai
d. Riwayat
kesehatan keluarga
Meliputi
penyakit yang turun temurun atau penyakit tidak menular
2. Pola pemenuhan
KDM menurut
a. Pola oksigenasi
: pola nafas,bersihkan jalan nafas,keluhan sesak
b. Pola nutrisi
: Asupan nutrisi,pola
makan,kecukupan gizi
c. Pola
eliminasi : Pola BAK dan BAB,konsistensi feses,warna
urine,volume output
d. Pola
aktivitas : Meliputi gerakan ( mobilitas )
pasien,aktivitas/ pekerjaan pasien yang dapat mengendorkan otot.
e. Pola
aktivitas : Meliputi kebiasaan tidur / istirahat pasien
kebiasaan dalam istirahat,waktu istirahat.
f. Pola pakaian :
Meliputi memilih baju yang sesuai,berpakaian dan melepas pakaian
g. Pola lingkungan
dan mempertahankan temperatur tubuh : Meliputi suhu tubuh,kaji akral ( dingin /
hangat ),warna ( kaji adanya sianosis,kemerahan )
h. Pola personal
hygiene : Meliputi kebiasaan menjaga kebersihan tubuh dari penampilan yang baik
serta melindungi kulit,kebiasaan mandi,gosok
i. gigi,membersihkan
genetalia.dll untuk menjaga kesehatan.
j. Pola
menghindari bahaya lingkungan dan kebutuhan rasa nyaman
k. Pola komunikasi
: Bagaimana berinteraksi dengan orang lain
Pemeriksaan Umum
- Keadaan umum
- Kesadaran
- TD
- N
- S
- RR
Pemerikasaan
Fisik
a. Rambut
1. Keadaan
kesuburan rambut
2. Keadaan rambut
yang mudah rontok
3. Keadaan rambut
yang kusam
4. Keadaan tekstur
b. Kepala
Botak atau
alopesia,ketombe,berkutu,adakah eritemia,kebersihan
c. Mata
1. Apakah sklera
ikterik
2. Apakah
konjungtiva pucat
3. Kebersihan mata
4. Apakah gatal
atau mata merah
d. Hidung
1. Adakah pilek
2. Adakah alergi
3. Adakah
perubahan penciuman
4. Kebersihan
hidung
5. Keadaan
membrana mukosa
6. Adakah septum
deviasi
e. Mulut
Keadaan mukosa
mulut,kelembapan,adanya lesi,kebersihan
f. Gigi
Adakah kurang
gigi,adakah karies,kelengkapan gigi,pertumbuhan,kebersihan.
g. Telinga
Adakah
kotoran,adakah lesi,bentuk telinga,adakah infeksi
h. Kulit
Kebersihan,adakah
lesi,keadaan turgor,warna kulit,suhu,tekstur,pertumbuhan bulu
i. Kuku
Bentuk,warna,adanya
lesi,pertumbuhan
j. Genetalia
Kebersihan,pertumbuhan
rambut pubis,keadaan kulit,keadaan lubang
urethra,keadaan
skrotum.
k. Tubuh secara
umum
Kebersihan,normal
dan keadaan postur
Secara
Umum Pemeriksaan Fisik Untuk Personal Higiene adalah :
· Catat perubahan-perubahan pada area membran mukosa, kulit,
mulut, hidung, telinga, kuku, kaki, rambut dan perineal akibat terapi
· Lakukan inspeksi dan palpasi, catat adanya lesi dan kodisi
lesi
· Observasi kondisi membran mukosa, kulit, mulut, hidung,
telinga, kuku, kaki, rambut dan perineal: warna, tekstur, kekebalan, turgor dan
hidrasi
· Kaji masalah-masalah membran mukosa, kulit, mata, mulut,
gigi, hidung, telinga, kuku kaki dan
tangan, rambut dan perineal.
· Catat perubahan-perubahan pada area membran mukosa, kulit,
mulut, hidung, telinga, kuku, kaki, rambut dan perineal akibat terapi
· Lakukan
inspeksi dan palpasi, catat adanya lesi dan kodisi lesi
· Observasi kondisi membran mukosa, kulit, mulut, hidung,
telinga, kuku, kaki, rambut dan perineal: warna, tekstur, kekebalan, turgor dan
hidrasi
· Kaji masalah-masalah membran mukosa, kulit, mata, mulut,
gigi, hidung, telinga, kuku kaki dan
tangan, rambut dan perineal.
Fokus
Intervensi
Intervensi Prioritas
NIC
Mandi :
Membersihkan tubuh yang berguna untuk relaksasi,kebersihan dan
penyembuhan
Bantuan
perawatan diri,mandi/higyene: membantu pasien untuk memenuhi higiene pribadi.
Diagnosa
Keperawatan
1. Defisit
perawatan diri ( makan,mandi / hygiene dan toileting ) b.d keterbatasan
Mobilitas fisik
2.
Gangguan integritas kulit
3. Gangguan membran mukosa mulut / oral
Intervensi Keperawatan
a. Kaji kembali
pola kebersihan
Rasional :
untuk mengetahui pola kebersihan diri pasien normal
b. Jaga kebersihan
tempat tidur,selimut bersih dan kencang
Rasional :
untuk memberikan rasa nyaman pada pasien
c. Jaga kulit agar
tetap utuh dan kebersihan kulit pasien dengan cara membantu pasien mandi
Rasional :
untuk mengetahui ada inflamasi yang terjadi
d. Bantu klien
dalam kebersihan badan,mulut,rambut dan kuku
Rasional :
Untuk mengetahui keadaan mulut bersih,rambut bersih,kuku panjang dan badan
bersih/tidak bau.
e. Lakukan
pendidikan kesehatan tentang kebersihan mulut,keadaan badan,rambut dan kuku
bersih,pentingnya kebersihan.
f. Libatkankan
keluarga
dst
dan dll………………
DAFTAR PUSTAKA
- Towarto, Wartonal. 2007. Kebutuhan Dasar & Prose Keperawatan. Edisi 3. Salemba Medika. Jakarta.
- Alimul H, A Aziz. 2006. Pengantar KDM Aplikasi Konsep & Proses Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta.
- Elis J.R, Nowlis E.A. 1985. Nursing a Human Needs Approach. Third Edition. Houghton Mefflin Company. Boston.
- NANDA, 2002, Nursing Diagnoses : Definitions & Classifications.
- North American Nursing Diagnosis Association. 2001. Nursing Diagnoses : Definition & Classification 2001-2002. Philadelphia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar