Jumat, 15 November 2013

KEBUTUHAN PERAWATAN KEBERSIHAN DIRI

KEBUTUHAN PERAWATAN KEBERSIHAN DIRI
Oleh : Juliardinsyah, SKp

A.    PENGERTIAN
Personal hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Personal hygiene adalah perawatan kebersihan diri yang dilakukan oleh individu untuk mempertahankan kesehatannya sehingga individu merasa nyaman dan aman. Kebersihan perorangan adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis.
Struktur dan Fisiologi Kulit
Kulit merupakan pelindung tubuh beragam luas dan tebalnya. Luas kulit orang dewasa adalah satu setengah sampai dua meter persegi. Tebalnya antara 1,5 – 5 mm, bergantung pada letak kulit, umur, jenis kelamin, suhu, dan keadaan gizi. Kulit paling tipis pada kelopak mata, penis, labium minor dan bagian medial lengan atas, sedangkan kulit tebal terdapat di telapak tangan dan kaki, punggung, bahu, dan bokong.(5)
Selain sebagai pelindung terhadap cedera fisik, kekeringan, zat kimia, kuman penyakit, dan radiasi, kulit juga berfungsi sebagai pengindra, pengatur suhu tubuh, dan ikut mengatur peredaran darah. Pengaturan suhu dimungkinkan oleh adanya jaringan kapiler yang luas di dermis (vasodilatasi dan vasokonstriksi), serta adanya lemak subkutan dan kelenjar keringat. Keringat yang menguap di kulit akan melepaskan panas tubuh yang dibawah ke permukaan oleh kapiler. Berkeringat ini juga menyebabkan tubuh kehilangan air (insesible water loss), yang dapat mencapai beberapa liter sehari. Faal perasa dan peraba dijalankan oleh ujung saraf sensoris Vater Paccini, Meissner, Krause, Ruffini yang terdapat di dermis.(5)
B.1. Bagian-bagian Kulit Manusia
Kulit  terbagi  atas  tiga  lapisan  pokok,  yaitu  epidermis,  dermis  atau  korium,  dan  jaringan  subkutan  atau subkutis.
a)  Epidermis
Epidermis terbagi atas lima lapisan.
  1. Lapisan tanduk atau stratum korneum yaitu lapisan kulit yang paling luar yang terdiri dari beberapa lapis sel gepeng yang mati, tidak berinti dan protoplasmanya telah berubah menjadi keratin (zat tanduk).
  2. Stratum Lusidum yaitu lapisan sel gepeng tanpa inti dengan protoplasma berubah menjadi eleidin (protein). Tampak jelas pada telapak tangan dan kaki.
  3. Lapisan granular atau stratum granulosum yaitu 2 atau 3 lapisan sel gepeng dengan sitoplasma berbutir kasar dan terdapat inti di antaranya. Mukosa biasanya tidak memiliki lapisan ini. Tampak jelas pada telapak tangan dan kaki.
  4. Lapisan malpighi atau stratum spinosum. Nama lainnya adalah pickle cell layer (lapisan akanta). Terdiri dari beberapa lapis sel berbentuk poligonal dengan besar berbeda-beda karena adanya proses mitosis. Protoplasma jernih karena mengandung banyak glikogen dan inti terletak ditengah-tengah. Makin dekat letaknya ke permukaan bentuk sel semakin gepeng. Diantara sel terdapat jembatan antar sel (intercellular bridges) terdiri dari protoplasma dan tonofibril atau keratin. Penebalan antar jembatan membentuk penebalan bulat kecil disebut nodus bizzozero. Diantara sel juga terdapat sel langerhans.
  5. Lapisan basal atau stratum germinativium. Terdiri dari sel berbentuk kubus tersusun vertikal pada perbatasan dermo-epidermal, berbaris seperti pagar (palisade),mengadakan mitosis dari berbagai fungsi reproduktif dan terdiri dari :
    1. Sel berbentuk kolumnar dengan protoplasma basofilik inti lonjong dan besar, dihubungkan satu dengan yang lain dengan jembatan antar sel.
    2. Sel pembentuk melanin (melanosit) atau clear cell merupakan sel berwarna muda dengan sitoplasma basofilik dan inti gelap dan mengandung butiran pigmen (melanosomes).
Epidermis  mengandung  juga  :  Kelenjar  ekrin,  kelenjar  apokrin,  kelenjar  sebaseus,  rambut  dan  kuku. Kelenjar  keringat  ada  dua  jenis,  ekrin  dan  apokrin.  Fungsinya  mengatur  suhu,  menyebabkan  panas dilepaskan  dengan  cara  penguapan.  Kelanjar  ekrin  terdapat  disemua  daerah  kulit,  tetapi  tidak  terdapat diselaput lendir. Seluruhnya berjumlah antara 2 sampai 5 juta yang terbanyak ditelapak tangan. Sekretnya cairan  jernih kira-kira  99 persen  mengandung  klorida,asam laktat,nitrogen  dan zat lain. Kelenjar  apokrin adalah  kelenjar  keringat  besar  yang  bermuara  ke  folikel  rambut,  terdapat  di  ketiak,  daerah  anogenital, papilla mamma dan areola. Kelenjar sebaseus terdapat di seluruh tubuh, kecuali di manus, plantar pedis, dan dorsum pedis.  Terdapat  banyak  di  kulit  kepala,  muka,  kening,  dan  dagu.  Sekretnya  berupa  sebum  dan mengandung asam lemak, kolesterol dan zat lain.
 b) Dermis
Dermis atau korium merupakan lapisan bawah epidermis dan diatas jaringan subkutan. Dermis terdiri dari jaringan  ikat  yang  dilapisan  atas  terjalin  rapat  (pars  papillaris),  sedangkan  dibagian  bawah  terjalin  lebih lebih  longgar  (pars  reticularis).  Lapisan  pars  retucularis  mengandung  pembuluh  darah,  saraf,  rambut, kelenjar keringat dan kelenjar sebaseus.
c) Jaringan Subkutan (Subkutis atau Hipodermis)
Jaringan subkutan merupakan lapisan yang langsung dibawah dermis. Batas antara jaringan subkutan dan dermis  tidak  tegas.  Sel-sel  yang  tyerbanyak  adalah  liposit  yang  menghasilkan  banyak  lemak.  Jaringan subkutan  mengandung  saraf,  pembuluh  darah  dan  limfe,  kandungan  rambut  dan  di  lapisan  atas  jaringan subkutan  terdapat  kelenjar  keringan.  Fungsi  dari  jaringan  subkutan  adalah  penyekat  panas,  bantalan terhadap trauma dan tempat penumpukan energi.


B.2. FISIOLOGI KULIT
Kulit mempunyai berbagai fungsi yaitu sebagai berikut :
1.Pelindung atau proteksi
Epidermis terutama lapisan tanduk berguna untuk menutupi jaringan- jaringan tubuh di sebelah dalam dan melindungi tubuh dari pengaruh- pengaruh luar seperti luka dan serangan kuman. Lapisan paling luar dari kulit ari diselubungi dengan lapisan tipis lemak, yang menjadikan kulit tahan air. Kulit dapat menahan suhu tubuh, menahan luka-luka kecil,  mencegah  zat  kimia  dan  bakteri  masuk  ke  dalam  tubuh  serta menghalau   rangsang-rangsang   fisik   seperti   sinar   ultraviolet   dari matahari.(6)
2.  Penerima rangsang
Kulit   sangat   peka   terhadap   berbagai   rangsang   sensorik   yang berhubungan dengan sakit, suhu panas atau dingin, tekanan, rabaan, dan getaran.  Kulit sebagai alat  perasa dirasakan melalui ujung-ujung saraf sensasi.(1,6)
3.  Pengatur panas atau thermoregulasi
Kulit  mengatur  suhu  tubuh  melalui  dilatasi  dan  konstruksi pembuluh kapiler   serta   melalui   respirasi   yang   keduanya   dipengaruhi   saraf otonom. Tubuh yang sehat memiliki suhu tetap kira-kira 98,6 derajat Farenheit  atau  sekitar  36,50C.  Ketika  terjadi  perubahan  pada  suhu luar,  darah  dan  kelenjar  keringat  kulit  mengadakan  penyesuaian seperlunya dalam fungsinya masing-masing. Pengatur panas adalah salah  satu  fungsi  kulit  sebagai  organ  antara  tubuh  dan  lingkungan. Panas akan hilang dengan penguapan keringat.(1,6)
4.  Pengeluaran (ekskresi)
Kulit mengeluarkan zat-zat tertentu yaitu keringat dari kelenjar-kelenjar keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori keringat dengan membawa garam, yodium dan zat kimia lainnya. Air yang dikeluarkan melalui kulit tidak saja disalurkan melalui keringat tetapi juga melalui penguapan air transepidermis sebagai pembentukan keringat yang tidak disadari.(1)
5.  Penyimpanan.
Kulit dapat menyimpan lemak di dalam kelenjar lemak.(7)
6.  Penyerapan terbatas
Kulit  dapat  menyerap  zat-zat  tertentu,  terutama  zat-zat  yang  larut dalam  lemak  dapat  diserap  ke  dalam  kulit.  Hormon  yang  terdapat pada krim muka dapat masuk melalui kulit dan mempengaruhi lapisan kulit  pada  tingkatan  yang  sangat  tipis.  Penyerapan  terjadi  melalui muara  kandung  rambut  dan  masuk  ke  dalam  saluran  kelenjar  palit, merembes melalui dinding pembuluh darah ke dalam peredaran darah kemudian ke berbagai organ tubuh lainnya.(6,7)
7.  Penunjang penampilan
Fungsi  yang  terkait  dengan   kecantikan   yaitu   keadaan   kulit   yang tampak halus, putih dan bersih akan dapat menunjang penampilan Fungsi lain dari kulit yaitu kulit dapat mengekspresikan emosi seseorang seperti kulit memerah, pucat maupun konstraksi otot penegak rambut.(7)

Macam – macam Personal Hygiene:
1.      Perawatan kulit kepala & rambut
2.      Perawatan mata
3.      Perawatan hidung
4.      Perawatan telinga
5.      Perawatan kuku kaki dan tangan
6.      Perawatan genetalia
7.      Perawatan kulit seluruh tubuh
8.      Perawatan tubuh secara keseluruhan

Tujuan perawatan Personal Hygiene:
1.      meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2.      memelihara kebersihan diri seseorang
3.      memperbaiki personal hygiene yang kurang
4.   pencegahan penyakit
5.      meningkatkan percaya diri seseorang
6.   Menciptakan keindahan
6.      menciptakan keindahan
Faktor-faktor yang mempengaruhi Personal Hygiene:
1.      Body image
      gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri , misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya.
2.      Praktik sosial
      pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola Personal Hygiene
3.      Status sosioekonomi
Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
4.      Pengetahuan
      pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita Diabetes Melitus ia harus selalu menjaga kebersihan kakinya.
5.      Budaya
      di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan
6.      Kebiasaan seseorang
      ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri, seperti penggunaan sabun, sampo dan lain-lain
7.      Kondisi fisik
pada keadaan sakit tentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya

B.     NILAI-NILAI NORMAL
Tingkat kemampuan klien melakukan self care:
0 = mandiri
1 = membutuhkan bantuan alat
2 = membutuhkan bantuan orang lain
3 = membutuhkan bantuan alat dan orang lain
4 = tergantung total

Dampak yang sering timbul pada masalah Personal Hygiene :
1.      Dampak fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan intregritas kulit, gangguan membran mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga dan gangguan fisik pada kuku
2.      Dampak psikososial
Masalah sosial yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi social




ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN
GANGGUAN KEBUTUHAN PERAWATAN KEBERSIHAN DIRI

FOKUS PENGKAJIAN
1.      Riwayat keperawatan
a.       Keluhan utama
b.      Riwayat kesehatan sekarang
Apa yang dirasakan sekarang
c.       Riwayat penyakit dahulu
Apakah Kemungkinan pasien belum pernah sakit seperti ini atau sudah pernah
·      Kebiasaan personal hygiene (mandi, oral care, perawatan kuku dan kaki, perawatan rambut, mata, hidung, telinga, dan perineal care)
·        Faktor yang mempengaruhi personal hygiene
·        Riwayat masalah membran mukosa, kulit, mulut, hidung, telinga, kuku, kaki, rambut dan perineal
·       Pola kebersihan tubuh
·       Perlengkapan personal hygiene yang dipakai

d.      Riwayat kesehatan keluarga
Meliputi penyakit yang turun temurun atau penyakit tidak menular

2.      Pola pemenuhan KDM menurut
a.       Pola oksigenasi : pola nafas,bersihkan jalan nafas,keluhan sesak
b.      Pola nutrisi         : Asupan nutrisi,pola makan,kecukupan gizi
c.       Pola eliminasi     : Pola BAK dan BAB,konsistensi feses,warna urine,volume output
d.      Pola aktivitas       : Meliputi gerakan ( mobilitas ) pasien,aktivitas/ pekerjaan pasien yang dapat mengendorkan otot.
e.       Pola  aktivitas     : Meliputi kebiasaan tidur / istirahat pasien kebiasaan dalam istirahat,waktu istirahat.
f.       Pola pakaian : Meliputi memilih baju yang sesuai,berpakaian dan melepas pakaian
g.      Pola lingkungan dan mempertahankan temperatur tubuh : Meliputi suhu tubuh,kaji akral ( dingin / hangat ),warna ( kaji adanya sianosis,kemerahan )
h.      Pola personal hygiene : Meliputi kebiasaan menjaga kebersihan tubuh dari penampilan yang baik serta melindungi kulit,kebiasaan mandi,gosok
i.        gigi,membersihkan genetalia.dll untuk menjaga kesehatan.
j.        Pola menghindari bahaya lingkungan dan kebutuhan rasa nyaman
k.      Pola komunikasi : Bagaimana berinteraksi dengan orang lain

Pemeriksaan Umum
-          Keadaan umum
-          Kesadaran
-          TD
-          N
-          S
-          RR

 Pemerikasaan Fisik
a.       Rambut
1.      Keadaan kesuburan rambut
2.      Keadaan rambut yang mudah rontok
3.      Keadaan rambut yang kusam
4.      Keadaan tekstur
b.      Kepala
Botak atau alopesia,ketombe,berkutu,adakah eritemia,kebersihan
c.       Mata
1.      Apakah sklera ikterik
2.      Apakah konjungtiva pucat
3.      Kebersihan mata
4.      Apakah gatal atau mata merah
d.      Hidung
1.      Adakah pilek
2.      Adakah alergi
3.      Adakah perubahan penciuman
4.      Kebersihan hidung
5.      Keadaan membrana mukosa
6.      Adakah septum deviasi
e.       Mulut
Keadaan mukosa mulut,kelembapan,adanya lesi,kebersihan
f.       Gigi
Adakah kurang gigi,adakah karies,kelengkapan gigi,pertumbuhan,kebersihan.
g.      Telinga
Adakah kotoran,adakah lesi,bentuk telinga,adakah infeksi
h.      Kulit
Kebersihan,adakah lesi,keadaan turgor,warna kulit,suhu,tekstur,pertumbuhan bulu
i.        Kuku
Bentuk,warna,adanya lesi,pertumbuhan
j.        Genetalia
Kebersihan,pertumbuhan rambut pubis,keadaan kulit,keadaan lubang
urethra,keadaan skrotum.
k.      Tubuh secara umum
Kebersihan,normal dan keadaan postur

Secara Umum Pemeriksaan Fisik Untuk Personal Higiene adalah :
·        Catat perubahan-perubahan pada area membran mukosa, kulit, mulut, hidung, telinga, kuku, kaki, rambut dan perineal akibat terapi
·        Lakukan inspeksi dan palpasi, catat adanya lesi dan kodisi lesi
·        Observasi kondisi membran mukosa, kulit, mulut, hidung, telinga, kuku, kaki, rambut dan perineal: warna, tekstur, kekebalan, turgor dan hidrasi
·        Kaji masalah-masalah membran mukosa, kulit, mata, mulut, gigi,  hidung, telinga, kuku kaki dan tangan, rambut dan perineal.
·       Catat perubahan-perubahan pada area membran mukosa, kulit, mulut, hidung, telinga, kuku, kaki, rambut dan perineal akibat terapi
·       Lakukan inspeksi dan palpasi, catat adanya lesi dan kodisi lesi
·       Observasi kondisi membran mukosa, kulit, mulut, hidung, telinga, kuku, kaki, rambut dan perineal: warna, tekstur, kekebalan, turgor dan hidrasi
·       Kaji masalah-masalah membran mukosa, kulit, mata, mulut, gigi,  hidung, telinga, kuku kaki dan tangan, rambut dan perineal.


        Fokus Intervensi
Intervensi Prioritas NIC
Mandi : Membersihkan tubuh yang berguna untuk relaksasi,kebersihan dan
penyembuhan
Bantuan perawatan diri,mandi/higyene: membantu pasien untuk memenuhi higiene pribadi.

 Diagnosa Keperawatan
1.      Defisit perawatan diri ( makan,mandi / hygiene dan toileting ) b.d keterbatasan Mobilitas  fisik
2.      Gangguan integritas kulit
3.      Gangguan membran mukosa mulut / oral

Intervensi Keperawatan
a.       Kaji kembali pola kebersihan
Rasional : untuk mengetahui pola kebersihan diri pasien normal
b.      Jaga kebersihan tempat tidur,selimut bersih dan kencang
Rasional : untuk memberikan rasa nyaman pada pasien
c.       Jaga kulit agar tetap utuh dan kebersihan kulit pasien dengan cara membantu pasien mandi
Rasional : untuk mengetahui ada inflamasi yang terjadi
d.      Bantu klien dalam kebersihan badan,mulut,rambut dan kuku
Rasional : Untuk mengetahui keadaan mulut bersih,rambut bersih,kuku panjang dan badan bersih/tidak bau.
e.       Lakukan pendidikan kesehatan tentang kebersihan mulut,keadaan badan,rambut dan kuku bersih,pentingnya kebersihan.
f.       Libatkankan keluarga
dst dan dll………………

DAFTAR PUSTAKA

  1. Towarto, Wartonal. 2007. Kebutuhan Dasar & Prose Keperawatan. Edisi 3. Salemba Medika. Jakarta.
  2. Alimul H, A Aziz. 2006. Pengantar KDM Aplikasi Konsep & Proses Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta.
  3. Elis J.R, Nowlis E.A. 1985. Nursing a Human Needs Approach. Third Edition. Houghton Mefflin Company. Boston.
  4. NANDA, 2002, Nursing Diagnoses : Definitions & Classifications.
  5. North American Nursing Diagnosis Association. 2001. Nursing Diagnoses : Definition & Classification 2001-2002. Philadelphia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar